Kamis, 06 Maret 2014

Cedera Pada Olahraga Atletik Lempar Cakram:

Cedera Pada Olahraga Atletik Lempar Cakram: 

  1. Cedera pada pergelangan kaki (ccedera angkle)
Cedera ini dapat terjadi misalnya karena terkilir pada saat berputar / memutar badan.
  • Pencegahan:
Perkuat pergelangan kaki dengan naik turun tangga atau olahraga sejenisnya. Memakai pelindung kaki tidak menjamin keselamatan, tapi meminimalkan risiko.
  • Pengobatan :
Teknik pengobatan untuk cedera ringan :
  1. Cubit tekan kuku dan sendi jari kaki yang terserang, ulangi 2-3 kali.
  2. Rangsang ringan dan totok garis rangsang kaki bagian depan.
  3. Menekan dan meremas bersama titik-titik selama 3-5 menit
  4. Taruh jempol pada titik 8 : bawah mata kaki luar, dan jari-jari lain pada titik 4: Bawah mata kaki dalam, cengkram jari kaki dengan tangan lain. Pasien menekuk lutut, kemudian tarik kaki dengan kedua tangan, ulangi 2-3 kali sampai terdengar suara. Tekan punggung kaki untuk hentikan rasa sakit.
  5. Letak jempol pada titik 9 : 8 jempol diatas mata kaki/pergelangan kaki, Dorong ke bawah sampai titik 10 : tengah pergelangan kaki, tekan titik 10 selama 30-60 detik, ulangi 3-5 kali.
  6. Letakkan kepalan tangan pada titik 9, dorong kearah punggung kaki, ulangi 5-10 kali.
  7. Letakkan jempol pada titik 11, tekan dan putar titik 11: lekukan depan mata kaki luar.
  8. Letakan jempol pada titik 8, dorong jempol sampai jari kelingking kaki, kemudian kelingking dibengkokan, ulangi gerakan 2 – 5 kali.
  9. Letakan 4 jari pada pergelangan kaki, jempol tangan yang lain pada titik 10 diremas 4 jari menyisir ke bawah sampai jari-jari kaki, ulangi gerakan selama 1 menit
  10. Letakan kedua jempol tangan pada titik 12 : tengah perut betis, tekan ke bawah sampai tendon Achilles, tekan tendon kuat-kuat selama 10-30 menit. Lalu lanjutkan menekan sepanjang telapak kaki sampai titik 13 (pada 1/3 bagian atas telapak kaki).
  11. Ulangi prosedur d, tetapi kali ini diputar searah jarum jam dan berlawanan jarum jam, sambil meremas titik-titik. Ulangi 10-30 kali untuk setiap arah.

2.    Cedera pada pergelangan tangan

Cedera ini dapat terjadi misalnya karena salah teknik saat melempar cakram,


3.    Cedera pada jari-jari tangan

Cedera ini dapat terjadi karena kesalahan saat memegang cakram.

4.    Cedera lutut
Sekitar 55 persen cedera akibat aktivitas olahraga berupa cedera lutut. Cedera ini termasuk satu dari 40 kasus bedah ortopedi. Terbanyak terjadi pada sendi dan tulang rawan (retak), termasuk sakit dan nyeri yang terkait dengan tempurung lutut. Risiko tinggi terjadi pada pelari, perenang, step aerobic, pesepakbola, pebasket, pevoli, dan atlet cabang atletik. Ini karena lutut menjadi tumpuan, sehingga berpotensi terkena arthritis.
  • Pencegahan:
Kenakan sepatu khusus dengan sol lembut dan ganti sol secara teratur. Pilih sepatu sesuai jenis olahraga dan mampu menopang berat tubuh. Istirahatkan kaki dalam jangka tertentu (minimal 2 x 24 jam) untuk mencegah beban berlebihan pada anggota tubuh. Jika lutut cedera, kompres es selama 20 menit untuk     menghindari peradangan.
Anda dapat mengurangi kesempatan dan keparahan cedera lutut :
-    pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah berolahraga.
-    tingkatkan program latihan anda secara bertahap dengan menambah frekuensi, durasi dan intensitas, tapi jangan melampaui batas nyeri.
-    rawatlah kesehatan secara general dan perkuat tubuh bagian bawah dan flexibilitas (terutama calf, quadricep dan hamstring).
-    berlatih berdiri dengan satu kaki untuk meningkatkan keseimbangan anda dan kekuatan otot tungkai.

5.    Cedera bahu
Sebanyak 20 persen cedera karena olahraga terjadi pada bahu, termasuk akibat salah posisi, salah urat, dan ketegangan otot. Olahraga yang rentan menimbulkan cedera ini yaitu tenis, renang, angkat beban, bisbol, dan voli. Penyebabnya, aktivitas berlebih dan gerakan yang salah di daerah bahu sehingga mengenai tendon (urat). Gejalanya nyeri, kaku pada bahu, otot terkilir,hingga tulang     retak.
  • Pencegahan:
Untuk olahraga yang rentan benturan (misalnya bisbol) gunakan pelindung khusus.
  • Pengobatan :
Secara umum, pemulihan cedera pada sendi bahu memerlukan waktu. Untuk mempercepat waktu pemulihan agar Anda dapat berlatih kembali, gunakan formula RICE (Rest atau istirahat; Ice atau kompres dengan es; Compression atau beri tekanan dengan menggunakan membalutnya dengan perban khusus; dan Elevation atau tinggikan bagian yang mengalami cedera). Penyembuhan jaringan lunak, seperti bahu, seringkali membutuhkan waktu antara 4 hingga 6 minggu
Dari semua cidera di atas dapat di lakukan Penanganan Pertolongan Pertama
Prinsip utama penanganan adalah RICE:

SUMBER ;https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3995407653813613174#editor/target=post;postID=5966134273394136763;onPublishedMenu=posts;onClosedMenu=posts

DEFINISI LEMPAR CAKRAM

DEFINISI LEMPAR CAKRAM


1. buang jauh-jauh;
-- batu sembunyi tangan, pb berbuat kurang baik kpd orang, lalu berpura-pura tidak tahu;
-- cakram olahraga melempar cakram; -- lembing olahraga melempar lembing; -- martil lontar martil; -- peluru tolak peluru; -- tangan ki menyerahkan tanggung jawab kpd orang lain sehingga yg bersangkutan seolah-olah bebas dr tanggung jawab: insiden yg telah mencuat menjadi isu nasional itu, kini menimbulkan kesan adanya saling -- tangan di antara para pejabat pemerintah;
ber·lem·par-lem·par·an v saling melempar;
me·lem·par v 1 membuang jauh-jauh; 2 melontari (dng): anak itu ~ rumah dng batu; me·lem·par·kan v 1 membuang jauh-jauh; melontarkan; melantingkan: ia ~ buah itu ke tengah kolam; 2 melepaskan (tuduhan, kritik, dsb): ia pernah ~ kritik thd tindakan pengurus; ia selalu ~ tuduhan yg bukan-bukan; lem·par·an n hasil melempar: genting rumah itu banyak pecah krn ~ anak-anak; pe·lem·par n 1 orang yg melempar: siapa ~ nya hingga kaca-kaca jendela rumah ini pecah semua; 2 alat untuk melempar: batu ~ anjing; 3 alat untuk melemparkan: pesawat ~ bom; 4 orang yg ikut dl olahraga lempar-melempar (spt melempar lembing, melempar cakram);
se·pe·lem·par n sejauh orang melempar (tt jarak);
lem·par-lem·par·an v berlempar-lemparan


SUMBER: https://www.google.com/search?q=pakaian+yg+bagus+dalam+olahraga+lempar+cakram&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-beta

Macam-Macam Lempar Cakram

Macam-Macam Lempar Cakram


Atletik ( lempar cakram dan lempar lembing)



Lempar cakram


Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletikCakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan. Lempar cakram diperlombakan sejak Olimpiade I tahun 1896 di AthenaYunani.
Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan condong ke depan.

Cara memegang cakram:
Pegang dengan buku ujung jari-jari tangan, ibu jari memegang samping cakram, kemudian pergelangan tangan ditekuk sedikit ke dalam
Mengayunkan cakram
Ayunkan cakram dengan ring ke depan dan ke belakang di samping tubuh. Pada saat mengayunkan cakram, tangan yang memegang cakram direntangkan sampai lurus. Jangan sampai lepas.
Gerakan lempar cakram
Ada 3 tahap dalam melempar cakram
  • Persiapan
    • Berdiri dengan kedua kaki dibuka lebar
    • Pegang cakram dengan tangan kanan. Ayunkan sampai di atas bahu sambil memutar badan ke kiri, kemudian ke kanan secara berulang-ulang. Saat cakram diayun ke kiri, bantu tangan kiri dengan cara menyangganya.
  • Pelaksanaan
    • Ayunkan cakram ke depan lalu ke belakang
    • Pada saat cakram di belakang, putar badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas (membentuk sudut 40o )
    • Lepaskan cakram pada saat berada di depan muka
  • Penutup
    • Bantu lemparan dengan kaki kanan agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah sehingga badan melonjak ke depan-atas
    • Langkahkan kaki kanan ke depan untuk menumpu, sedangkan kaki kiri diangkat rileks untuk menjaga keseimbangan badan
      LEMPAR LEMBING
      Lempar lembing merupakan olahraga perorangan yang termasuk nomor lempar dalam atletik. Tujuan melakukan lomba lempar lembing adalah dapat melakukan lemparan sejauh-jauhnya. Agar dapat melakukan lemparan dengan benar dan menghasilkan lemparan yang sejauh mungkin maka harus menguasai teknik-teknik dasarnya terlebih dahulu. Lembing dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
      1. bagian utama dilapisi benda keras dan lancip disebut mata lembing.
      2. bagian tengah dengan tali pegangan disebut badan lembing.
      3. bagian pangkal atau belakang lembing disebut ekor lembing.
      1. Ukuran lembing
      No
      Atlet
      Panjang
      Berat
      Lilitan
      1
      Putra
      260cm-270cm
      700gram-800gram
      15cm-16cm
      2
      Putri
      220cm-230cm
      600gram
      14cm-15cm
      2. Gaya Melempar
      Untuk melakukan suatu lemparan diperlikan gaya, yang dimaksud dengan gaya adalah sikap atlet dalam melakukan lemparan. Dalam lempar lembing dikenal dua macam gaya melempar, yaitu :
      1. gaya menyamping (Hopstep)
      2. gaya langkah silang (cross step)
      Teknik Dasar Lempar Lembing
      Untuk melakukan mendapatkan suatu lemparan yang benar, atlet diharapkan dapat menguasai teknik-teknik dasar dengan sempurna dan melakukan gerakan dengan benar. Berikut adalah teknik-teknik dasar dalam lempar lembing :
      1. cara memegang lembing
      a. cara Amerika
      lembing dipegang antara jari telunjuk dan ibu jari yang berada tepat di belakang lilitan tali pegangan lembing.
      b. cara Finlandia
      lembing di pegang antara jari tengah dan ibu jari yang berada tepat pada belakang lilitan tali pegangan lembing. Sementara itu, letak jari telunjuk lurus kea rah belakang di bawah lembing.
      c. cara pegangan tang
      lembing dipegang dengan telunjuk dan jari tengah menjepit lembing tepat dibelakang pegangan (lilitan).
      Pelempar lembing bebas memilih cara memegang lembing mana yang dianggap paling mudah dan menguntungkan baginya untuk melakukan lemparan dengan hasil terbaik.
      2. cara membawa lembing
      membawa lembing adalah cara membawa dimulai saat mengambil awalan sampai saat akan melempar.
      a. tangan pembawa lembing lurus ke belakang serong ke bawah, lembing dipegang di sampingbadan segaris dan menempel pada lengan sedangkan ujung lembing di samping dada.
      b. Tangan pembawa lembing ditekuk 900 , lembing dipegang setinggi telinga dan tepat di atas bahu. Posisi lembing bias horizontal, serong ke atas atau bawah.
      c. Tangan pembawa lembing diangkat sedikit lebih tinggi dari kepala. Posisi lembing mendatar atau serong.
      3. langkah silang (cross step) sebelum melempar
      langkah silang merupakan gaya lempar lembing yang sering digunakan oleh atlet pelempar lembing. Gaya cross step ini berasal dari Finlandia sehingga banyak yang menyebut dengan lempar lembing gaya Finlandia. Cara lempar lembing gaya Finlandia adalah sebagai berikut, setelah langkah awalan terakhir lakukan langkah silang :
      a. langkahkan kaki kanan ke depan menyilang kaki kiri. Bersamaan itu tangan kanan memegang lembing kemudian turunkan dan serong ke bawah.
      b. Langkahkan kaki kiri ke depan dengan tetap mempertahankan sikap tangan kanan
      c. Lankahkan kaki kanan ke depan menyilang kaki kiri.
      d. Lankahkan kaki kiri ke depan selebar mingkin saat telapak kaki tepat menginjak tanah, putar pinggan ke depan bersamaan tangan kanan ditarik ke depan atas.
      4. lentingan badan dan tangan saat melempar
      cara melakukannya adalah :
      a. sikap terakhir langkah silang merupakan kelanjutan untuk lempar atau sikap melempar.
      b. Jika pelempar menggunakan tangan kanan, kaki kanan di luruskan ke belakang, kaki kiri berada di depan dan lutut ditekuk.
      c. Siku tangan pembawa lembing ditekuk dan diteruskan memutar badan secara cepat untuk memperoleh lemparan yang baik dan sejauh-jauhnya.
      d. Bersamaan dengan memutar badan ke arah sektor lemparan, lembing dilemparkan dengan cepat.
      5. sikap akhir setelah melempar
      Gerak ikutan atau follow through dilakukan dengn cara :
      a. sikap badan menghadap ke arah lemparan lembing, kaki kanan jatuh ke depan mengganti posisi kiri.
      b. Kaki kiri ke belakang menjaga keseimbangan sedangkan tubuh condong ke depan.
      Melakukan gerak ikutan dalam lempar lembing bertujuan untuk :
      a. membantu kekuatan lemparan.
      b. Menjaga keseimbangan agar badan tidak melalui garis batas.
      ­
      Awalan dan Ayunan
      Teknik yang pertama adalah diawali memegang martil pada tuas dengan menggunakan tangan kiri kemudian ditutup dengan tangan kanan. Posisi kedua ibu jari saling menyilang. Kepala martil boleh ditempatkan di atas tanah sebelah kanan atau dibelakang si pelempar kemudian pelempar dapat mengayunkan martil sebagi ayunan permulaan. Titik terendah dari ayunan permulaan adalah hanya ketika martil melewati bagian kanan dari kaki kanan. 

      Berputar
      Saat martil mencapai titik terendah, pelempar mulai berputar dengan tumit tungkai kiri menjadi poros sampai mengahadap ke arah depan dari lingkaran dan kemudian dilanjutkan dengan memutarnya kembali di atas telapak kaki bagian depan sampai kembali ke arah semula. Tubuh bagian bawah membawa tubuh bagian atas bergerak ke depan, dengan tangan kiri menutup dada, dan selama tungkai bergerak, martilpun terus bergerak. Kaki kanan meninggalkan tanah ketika kaki kiri selesai dengan gerakan tumitny, berat badan dipindahkan ke tungkai kiri dan seterusnya.

      Akhiran
      Sebelum putaran berakhir atau sebelum martil mencapai titik terendah, pelempar mulai menarik martilnya dan mempercepat putaran martil saat bergerak ke arah bawah dan mencoba untuk mempercepat gerakan kedua tungkai dalam upaya mempercepat gerakan kedua tungkai dalam upaya mempercepat putaran tubuh bagian bawah.

      Lemparan
      Lemparan dilakukan dengan meluruskan kedua tungkai dengan kuat, badan lebih dibusungkan lagi dengan kepala direbahkan ke arah belakang atau dengan posisi tengadah. Ketika martil telah ditempatkan pada dudut trayektorinya, pelempar harus melihat ke arah lemparan, kemudian mengangkat kedua lengan di akhir gerakannya dan pandangan kedua matanya mengikuti jalannya martil sebelum mengganti posisi kedua tungkainya.

      =======================================================

      Lapangan Lontar Martil

Rabu, 05 Maret 2014

peraturan keselamatan lempar cakram

PERATURAN KESELAMATAN DALAM MELAKUKAN LEMPAR CAKRAM


Melakukan aktivitas gerak atletik khusus untuk lempar cakram

membutuhkan beberapa aturan keselamatan, aturan keselamatan
ini penting diketahui dan diperaktikkan sehingga antar siswa dapat
memperaktikkan dengan baik, benar dan aman. Adapun beberapa

aturan tersebut adalah
1. Aturan keselamatan sebelum melakukan aktivitas gerak lempar
cakram;
a. Melakukan pemanasan yang cukup khususnya untuk lengan dan
SUMBER:http://ciniacinau.wordpress.com/lempar-cakram-sejarah-pengertianteknik-peraturan-bermain lapangan/

pergelangan tangan;

b. Cakram kondisi baik dan siap digunakan;

c. Kondisi lapangan tidak dalam keadaan becek atau basah;

d. Setiap anak mengikuti semua instruksi dari guru;

2. Aturan keselamatan pada saat melakukan aktivitas gerak lempar
cakram;


1. Setiap anak yang akan melakukan lempar cakram harus masuk

ke dalam tempat untuk melempar dan tidak boleh ada dua orang

yang bersamaan;

2. Ketika ada satu anak yang melempar cakram, anak-anak yang

lain harus berada di belakang si pelempar dengan jarak yang cukup
aman;
3. Para pelempar sudah memperoleh pengetahuan yang memadai
cara atau teknik melempar yang benar;
4. Pada saat cakram terlepas dari pegangan tidak ada satupun anak
yang berlari ke arah dimana cakram itu akan jatuh;

bentuk cakram

BENTUK CAKRAM

Cakram berbentuk piringan yang terbuat dari kayu atau logam.

Untuk melemparkannya, atlet memegang cakram dengan satu
tangan. Ia harus menentangkan lengannya dan telapak tangan
menelungkup. Sembari memutarkan tubuhnya beberapa kali
menuju kedalam lingkaran berdiameter 2,5 m, ia segera
melemparkan cakramnya.

Untuk laki-laki, diameter cakram berkisar antara 219 mm sampai

221 mm, tebal 44 mm hingga 46 mm, dan berat 2 kg. Adapun
diameter cakram untuk perempuan pada semua kelas adalah
sekitar 180 mm sampai 182 mm, tebal 37 mm hingga 39 mm, dan
berat 1 kg. Ditingkat pelajar, anak laki-laki memakai cakram yang
berdiameter 180 mm sampai 182 mm, tebal 37 mm hingga 39 mm,
dan berat 1,25 kg. Adapun anak perempuan menggunakan cakram
dengan diameter 145 mm sampai 170 mm, tebal 25 mm hingga 35
mm, dan berat 0,75 kg.

SUMBER :https://www.google.com/search?q=BENTUK+CAKRAM&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:id:official&client=firefox-a&channel=fflb

cara melakukan awalan dalam lempar cakram

Cara Melakukan Awalan Dalam Lempar Cakram
Awalan dalam lempar cakram dilakukan dalam bentuk gerakan berputar. Banyaknya perputaran tersebut dibedakan menjadi 
   
Putaran awalan ini harus dilakukan dengan baik karena akan menentukan hasil lemparan yang maksimum. Cara melakukan awalan lempar cakram adalah sebagai berikut:
a.       Mengambil posisi yang baik, berdiri menyamping arah lemparan. Kaki direnggangkan selebar badan, sedikit ditekuk dan kendor. Berat badan bertumpu pada kedua kaki.
b.      Pusatkan perhatian untuk melakukan awalan agar mantap, kemudian cakram diayun-ayunkan ke samping kanan belakang lalu ke kiri. Gerakan ini diulang-ulang 2-3 kali dilanjutkan dengan awalan berputar. Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
1)      Lengan yang memegang cakram diayunkan ke samping kanan belakang diikuti oleh gerakan memilin badan ke kanan, lengan kiri juga mengikuti gerakan ke kanan, sedikit ditekuk ke muka dada, kaki kanan sedikit ditekuk dan berat badan sebagian besar berada pada kaki kanan, kaki kiri mengikuti gerakan dengan tumit agak terangkat.
2)      Kemudian, cakram diayun ke samping kiri diikuti oleh badan dipilin ke kiri dengan tangan kiri dibawa ke kiri juga, berat badan dipindahkan ke kaki kiri, kaki kanan kendor dan tumit sedikit terangkat.
3)      Selanjutnya, gerakan ayunan cakram ke samping kanan belakang diulangi lagi seperti latihan di atas.


Cara melakukan awalan lempar cakram gaya menyamping

3.      Ayunan Lengan Saat Melempar
Dengan tanpa berhenti sedikitpun dari posisi siap lempar ini dilanjutkan dengan gerakan melempar cakram. Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
a.       Kaki kanan ditolakkan untuk mengangkat panggul dari posisi rendah di atas kaki kanan didorong ke depan atas, selanjutnya badan yang semula condong ke belakang dan tepilin ke kanan diputar ke kiri diikuti dengan gerakan panggul yang memutar ke kiri pula.
b.      Berat badan dipindahkan dari kaki kanan ke kaki kiri. Setelah badan menghadap lemparan penuh (siap lempar) dengan waktu yang tepat cakram dilemparkan kearah depan atas.
c.       Lepaskan cakram setinggi dagu dengan sudut lemparan kira-kira 90o. Cakram terlepas dari pegangan dengan berputar menurut putaran jarum jam, putaran cakram terjadi karena tekanan dari jari telunjuk. Cakram terlepas pada saat cakram berada sedikit di muka bahu.Cakram yang terlepas sebelum melewati bahu akan menjadi lemparan yang gagal sebab, kecuali lemparannya tidak akan jauh, juga tidak masuk daerah lemparan. Sebaliknya, kalau lepasny agak terlambat, sudah sampai di muka badan, hasil lemparannya tidak akan memuaskan dan akan keluar daerah lemparan.
d.      Lepasnya cakram diikuti dengan badan yang condong ke depan. Pandangan mengikuti jalannya cakram.


4.   Gerakan Akhir Setelah Melempar (Lepasnya Cakram)
                  Setelah cakram terlepas, kaki kanan harus segera dipindahkan ke muka dengan sedikit ditekuk untuk menahan agar badan yang condong ke muka tidak terlanjur terdorong keluar lingkaran. Kaki kiri dipindahkan ke belakang dan pandangan mata mengikuti jatuhnya cakram.
            Pemindahan kaki kanan dari belakang ke muka ini karena dilakukan dengan tolakan yang kuat dan pengerahan tenaga yang maksimal disertai dengan bantuan kaki kiri juga yang menolak, terjadi saat melayang sehingga merupakan suatu lompatan. Setelah lemparan dilakukan dan dinyatakan bahwa jatuhnya cakram sah, dari sikap berdiri pelempar keluar dari lingkungan melalui belahan bagian belakang, tidak dengan lari atau melompat.

Serangkaian  gerakan melempar cakram gaya menyamping dari gerakan awalan sampai akhir.

SUMBER: https://bayupadhoe.wordpress.com/tag/cara-melakukan-awalan-lempar/

hal-hal ygdiperhatikan dan diutamakan dalam lempar cakram

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Lempar Cakram dan Diutamakan
 
Hal-hal yang harus dihindari dalam melempar cakram:
- Jatuh ke belakan pada awal putaran.
-  Berputar di tempat (seperti gangsing).
-  Mambungkukkan badan ke depan (dipatahkan pada pinggang).
-  Melompat tinggi di udara.
-  Terlalu tegang di kaki.
-  Penempatan kaki yang selalu sudah dalam hubungan dengan garis lemparan.
-  Membawa berat badan pasa kaki depan dan membiarkan jatuh.
- Mendahului lemparan dengan lengan (ini termasuk mematahkan atau pembengkokkan di pinggang dan membungkukkan badan ke depan atau terlalu ke kiri).

  Hal-hal yang harus diutamakan dalam lempar cakram:
-   Berputar dengan baik.
-  Mendorong cakram melewati lingkaran.
-  Mendapatkan putaran yang besar antara badan bagian atas dan bawah.
-  Mencapai jarak yang cukup pada saat melayang  meleintasii lingkaran.
- Mendarat pada jari-jari kaki kanan dan putarlah secara aktif di atas jari-jari tersebut.
-  Mendarat dengan kaki kanan di titik pusat lingkaran dan kaki kiri ke kiri dari garis lemparan.

SUMBER: https://www.google.com/search?client=firefox-a&hs=v6D&rls=org.mozilla%3Aid%3Aofficial&channel=fflb&noj=1&biw=1360&bih=629&q=hal+hal+yang+harus+diperhatikan+dalam+lempar+cakram&oq=HA+lempar+cakram&gs_l=serp.1.2.0i7i30l10.38548.40126.0.43330.4.3.1.0.0.0.154.304.2j1.3.0....0...1c.1.37.serp..1.3.244.6Zu-kvQBMgw